Jika Anda menyukai post ini, silahkan di-share

 Hampir setiap anak mengalami susah makan. Mengatasi anak balita susah makan gampang-gampang susah. Jika anak susah makan, Ibu terutama jadi khawatir akan asupan gizi anaknya. Mengingat anak-anak masih sangat perlu gizi seimbang untuk pertumbuhan tubuhnya karena mereka masih dalam masa tumbuh kembang.

Anak mulai diperkenalkan makanan padat secara bertahap, dari yang halus hingga kasar dan padat sejak usia 6 bulan. Pada saat inilah sebaiknya kita mengajarkan dan memberi contoh bagaimana cara mengunyah. Kita harus mulai  memperhatikan pola makannya. Akan tetapi proses pemberian makan itu kadang-kadang tidak mudah.

Berikut ada beberapa tips mengatasi anak balita yang susah makan

1. Biasakan saat jam makan anak duduk di meja makan atau di meja/kursi khususnya.

Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya

2. Sajikan makanan dalam porsi kecil

Porsi kecil tapi sering lebih baik daripada porsi besar sekaligus. Kadang porsi besar ‘menakutkan’ bagi anak-anak.

3. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan

4. Hindari makan sambil nonton televisi, bermain, atau jalan-jalan

Perilaku makan seperti ini umumnya karena pembiasaan. Hal ini mengakibatkan anak tidak mau makan kalau tidak melakukan aktivitas itu. Selama waktu makan minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan. Hal ini berguna agar anak belajar mengendalikan keinginannya untuk tidak menonton dan anak hanya fokus pada makanan.

5. Buat makanan yang bervariasi, baik dari segi rasa, tekstur, dan rupa

Di usia 3 tahun, anak sudah bisa dilibatkan dalam pemilihan menu dan menyiapkan makanan agar ia lebih bersemangat menyantap makanannya.

6. Jadikan saat makan menyenangkan

Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak.  Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak.

7. Sajikan dengan menarik

Penyajian yang menarik tentu saja untuk menarik minat anak terhadap makanan yang disajikan dan untuk meningkatkan nafsu makannya.

8. Jika anak melakukan Aksi Tutup Mulut

Hal ini biasanya disebabkan karena anak sudah kenyang. Kadang tanpa kita sadari anak sudah ngemil biskuit atau kudapan yang manis. Atau bisa juga karena anak merasa tidak nyaman karena makannya diburu-buru atau diancam, tidak suka rasa makanannya, sedang sariawan atau sakit gigi. Bila ada masalah dengan kesehatannya  atasi segera.

Bujuk anak untuk makan dengan menyebutkan nikmatnya makanan yang disajikan.

Hindari pemberian camilan dan susu kurang dari 1 jam sebelum makan karena saat itu anak masih belum merasa lapar.

9. Jika anak mengemut makanan

Kebiasaan mengemut makanan pada anak batita biasanya disebabkan karena terlalu asyik dengan mainan atau aktifitasnya, sehingga “lupa” kalau di mulutnya ada makanan. Tetapi bisa juga disebabkan sebagai bentuk protes anak karena dipaksa makan, bosan dengan makanan yang ada, atau ia sebetulnya sudah kenyang tetapi terus disodori makanannya hingga habis. Mendiamkan makanan dalam mulut bisa juga dikarenakan gangguan fisik ataupun nyeri akibat infeksi, seperti sakit gigi, sariawan, atau radang tenggorokan.

Hal ini bisa diatasi sejak bayi berusia 6 bulan saat mulai dikenalkan dengan makanan padat secara bertahap dari yang halus hingga kasar dan padat. Dan jangan lupa beri contoh bagaimana cara mengunyah.  Bantulah anak merawat kesehatan mulut dan giginya secara rutin karena anak usia ini belum bisa menggosok gigi sendiri dengan baik.

10. Jika anak hanya suka susu

Setelah anak mengonsumsi makanan padat pada usia 8 bulan, susu hanyalah pelengkap, bukan yang utama. Jika anak hanya suka minum susu saja, umumnya karena setiap kali anak susah makan selalu dijawab dengan susu.

Ubah pola kebiasaan minum susunya secara bertahap. Bila tadinya sehari menyusu 6 kali, kurangi jadi 4-5 kali, lalu 2-4 kali.

Asupan susu diganti  dengan jus buah tanpa gula agar lebih mudah meningkatkan asupan makanan padatnya.

Demikian beberapa tips untuk mengatasi anak yang susah makan. Semoga bermanfaat. Silahkan LIKE/SHARE jika dirasa bermanfaat.

Jika Anda menyukai post ini, silahkan di-share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *